Notification

×

Iklan

Iklan

Menfess IAIN Parepare Disorot, Konten Percintaan Mendominasi

Sep 18, 2026 | 4:17:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T08:17:08Z

 

Logo Menfess IAIN Parepare


Kampus, Red Line News -- Keberadaan akun menfess di Instagram menjadi salah satu ruang komunikasi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare untuk menyampaikan informasi, berbagi pengalaman, maupun mengungkapkan persoalan secara anonim. Namun, dominasi konten percintaan dinilai membuat pemanfaatan akun tersebut sebagai ruang berbagi informasi mahasiswa belum optimal, Jumat (18/09).


Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), Nik Marrahma, menilai akun menfess pada dasarnya dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi dan menyuarakan hal-hal yang ingin diketahui mahasiswa lainnya. “Menurut saya, sebenarnya akun menfess bisa menjadi tempat mahasiswa untuk menyampaikan informasi, berbagi pengalaman, atau sekadar menyampaikan sesuatu yang ingin diketahui mahasiswa lain,” ungkapnya.


Meski demikian, ia menilai fungsi tersebut belum terlalu terlihat karena konten yang muncul cenderung didominasi oleh persoalan hubungan dan percintaan. "Kalau dari saya pribadi, agak kurang srek dengan jenis kontennya. Bukan berarti konten tentang cinta itu tidak boleh, tapi sebagai mahasiswa seharusnya kita juga lebih banyak mendapatkan konten yang berkaitan dengan perkuliahan, informasi kampus, kegiatan mahasiswa, atau hal-hal yang bisa menambah wawasan. Sementara yang saya lihat, konten percintaan cukup mendominasi," tambahnya.


Sementara itu, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Sutrayani, memandang akun menfess sebagai salah satu tempat mahasiswa menyuarakan isi hati, khususnya bagi mereka yang sedang mengalami persoalan percintaan. “Kalau menurutku, itu fungsinya untuk menyuarakan isi hatinya mahasiswa yang lagi falling in love,” ujarnya.


Di sisi lain, Wakil Rektor (Warek) l Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Zulfah, melihat keberadaan akun menfess sebagai bagian dari dinamika komunikasi mahasiswa di era digital. "Mahasiswa tentu memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun informasi. Tetapi kebebasan itu harus dibarengi dengan etika,” tuturnya.


Ia juga berharap akun menfess dapat digunakan secara bijak, edukatif, dan bertanggung jawab. “Harapan saya, akun menfess dapat digunakan secara bijak, edukatif, dan bertanggung jawab. Jadikan sebagai ruang berbagi informasi dan aspirasi, bukan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau menjatuhkan orang lain. Admin perlu melakukan moderasi dan verifikasi, sementara mahasiswa tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat," tutupnya.



Reporter: DMA, RLA

Redaktur: SRN

Web & IT : Amel

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update