![]() |
| Logo DEMA-I IAIN Parepare |
Kampus, Red Line News -- Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali menjadi sorotan terkait dengan penyampaian informasi reshuffle kepengurusan yang dinilai belum transparan baik itu kepada semua Ormawa yang ada dalam kampus IAIN Parepare, Senin (21/09).
Dzakwan Mubarak selaku Ketua Umum Lintasan Imajinasi Bahasa Mahasiswa (LIBAM), menyampaikan bahwa pemberitahuan mengenai reshuffle DEMA-I kepada mahasiswa tidak disampaikan secara terbuka. “Penyampaian informasi terkait reshuffle DEMA-I IAIN Parepare belum dilakukan secara menyeluruh kepada mahasiswa. Sebagian mahasiswa justru baru mengetahui adanya pergantian pengurus dan menteri saat pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK),” ujarnya.
Irsandi Akbar selaku Bidang Komisi Undang-Undang, menjelaskan terkait dengan Pasal yang mengatur terkait dengan Penyampaian hasil reshuffle. “Mengacu pada Konstitusi Ormawa 2025, tidak ada aturan khusus terkait penyampaian hasil reshuffle kepada ormawa. Namun, Pasal 57 ayat (4) mengatur bahwa hasil reshuffle DEMA-I, SEMA-F, dan UKK/UKM wajib dilaporkan kepada SEMA-I sebelum disahkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan,” jelasnya.
Sementara itu, Kurniawan selaku Ketua DEMA-I enggan untuk memberikan keterangan terkait reshuffle yang di nilai perlu untuk di sampaikan kepada Ormawa yang ada dalam lingkup kampus.
Reporter: GPL, NRM
Redaktur: IWD
Web & IT: Dayat
.jpg)
