![]() |
| Pembukaan kuliah semester genap |
Kampus, Red Line News -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi membuka perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 melalui orasi ilmiah yang menghadirkan Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., dan Dr. I Nyoman Budiono, S.P., M.M. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium IAIN Parepare, Senin (23/02).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Saepudin, dalam laporannya menjelaskan jadwal perkuliahan yang berlangsung mulai 23 Februari hingga 24 Juni 2026. “Perkuliahan semester genap ini dimulai hari ini sampai 19 Juni 2026 dengan total 16 kali pertemuan. Pada 13 hingga 17 April, mahasiswa telah mencapai delapan pertemuan dan dapat melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Adapun Ujian Akhir Semester (UAS) dijadwalkan pada 15 hingga 19 Juni, sedangkan penginputan nilai berlangsung pada 15 hingga 24 Juni,” jelasnya.
Ia juga mengimbau mahasiswa untuk segera melaporkan kendala akademik sebelum batas waktu yang ditentukan. “Jika adik-adik mengalami kendala atau ada hal yang perlu dikonfirmasi kepada dosen, silakan dikonfirmasi sebelum 24 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, mahasiswa tidak dapat lagi mengajukan perubahan nilai akibat kesalahan perhitungan atau kendala teknis lainnya,” tambah Saepudin.
Sementara itu, Darmawati dalam orasi ilmiahnya menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. “Dunia yang tidak berbahasakan adalah dunia yang tidak terkonseptualisasikan. Bahasa bukan hanya alat untuk menyampaikan pikiran, tetapi juga struktur yang membentuk pikiran itu sendiri. Dengan demikian, ketika kita berbicara tentang membahasakan di ruang-ruang kuliah, kita tidak sedang membicarakan satu mata kuliah tambahan, melainkan fondasi kedaulatan umat,” ujarnya.
Rektor IAIN Parepare Hannani, secara resmi membuka semester tersebut dengan menekankan pentingnya fondasi untuk menjadi kampus yang berdampak. “Fondasi utama bagi IAIN Parepare untuk menjadi kampus yang berdampak adalah fondasi moral, yaitu cinta Tuhan, cinta tanah air, cinta sesama, cinta ilmu pengetahuan, cinta kebenaran, serta moderasi beragama,” tuturnya.
Ia berharap IAIN Parepare mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Sebagai bagian dari Kementerian Agama, kita berkeinginan agar kampus ini benar-benar berdampak. Kekuatan kita dalam membangun kampus yang berdampak terletak pada Pancacinta, moderasi beragama, dan kearifan lokal. Itulah ruh kampus ini,” tutup Hannani.
Reporter: LTF, MRD
Redaktur: SRL
Web & IT: Amel
.jpg)
