LIKE OUR FANSPAGE

Cari

Twitter

IKLAN

Terapkan Work From Home, Kampus Batasi Kegiatan Mahasiswa

 

Surat edaran bernomor B-842/In.39.2/KP.01.2/07/2021
16 Juli 2021


Kampus, Red Line News-- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare memberlakukan aturan Work From Home (WFH). Hal tersebut ditandai dengan dikeluarkannya surat edaran bernomor B-842/In.39.2/KP.01.2/07/2021 tentang pemberlakuan Work From Home (WFH) total, (16/07).


Hal tersebut tentu menimbulkan berbagai reaksi dari kalangan mahasiswa pasalnya pemberlakuan tersebut dikeluarkan di tengah pelaksanaan OSDI FEST DEMA-Institut. 


Wahyuddin selaku Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengungkapkan pandangannya,  menurutnya aturan tersebut membatasi kreativitas mahasiswa. "Kampus telah mengeluarkan keputusan yang keliru, poin ketiga dalam surat edaran tersebut mematikan ruang aktifitas dan kreativitas mahasiswa dan menyimpang dari amanat konstitusi UUD 1945. Penolakan mahasiswa terhadap surat edaran didasari dengan keputusan Rektor yang tidak terealisasikan dengan baik karena tidak memikirkan kepentingan mahasiswa dan terkesan berpihak kepada pembuat kebijakan," ujarnya. 


Senada dengan Wahyuddin, Ketua Persatuan Olahraga Mahasiswa (PORMA) juga mengatakan kebijakan tersebut dapat membatasi proses pengembangan karakter mahasiswa. "Memaknai surat edaran itu adalah salah satu pola fikir yang sering dikatakan dungu serta pada dasarnya hal yang tidak seharusnya diberlakukan. Melarang mahasiswa berkegiatan dalam kampus adalah salah satu konsep yang membatasi proses pengembangan karakter mahasiswa. Surat edaran itu adalah proses intimidasi terhadap mahasiswa yang dapat menggoyahkan semangat positif yang seharusnya disambut dengan baik," ungkap Muh Sandi Gunawan


Kemudian Muh Fajar selaku Presiden Mahasiswa IAIN Parepare sangat menyayangkan keputusan tersebut karena menurutnya kampus seharusnya menjadi ruang intelektual tapi nyatanya tidak membenarkan mahasiswa berada di kampusnya sendiri.


Muh Fajar berharap adanya respon dari pimpinan mengenai masalah yang terjadi di kampus saat ini, mulai dari pengeluaran surat edaran serta masalah UKT yang belum menemui titik terang. "Semoga hal seperti ini tidak lagi terpikir dibenak pimpinan,sehingga muncul pertanyaan kenapa surat edaran pengosongan kampus diedarkan setelah prosesi wawancara calon mahasiswa baru jalur mandiri selesai. Hal ini seakan menjelaskan bahwa kampus hanya boleh ditutup sementara apabila tugas kampus telah usai yang seharusnya dilakukan secara luring. Selain itu kejelasan terkait banding UKT angkatan 2020 yang merupakan janji pimpinan yang akan diadakan pada semester ini, serta pemotongan UKT pada seluruh mahasiswa yang merujuk pada KMA No.81 belum ada kejelasan," harapnya. 


 Reporter : FS

Kembali Kepung Rektorat, Aliansi Mahasiswa IAIN Parepare Tuntut Perpanjangan Pembayaran UKT

 

Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Parepare
12 Juli 2021


Kampus, Red Line News-- Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan aksi demonstrasi dengan membawa beberapa tuntutan yang ditujukan kepada Rektor IAIN Parepare, (12/07).


Adapun fokus dalam aksi kali ini yaitu menuntut perpanjangan masa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi calon mahasiswa baru jalur UM-PTKIN, serta meminta kejelasan terkait banding UKT angkatan 2020 yang telah dijanjikan oleh Rektor IAIN Parepare. 


Salah seorang mahasiswa baru yang ikut pada aksi kali ini menyuarakan aspirasinya,  menurutnya aksi demonstasi seperti ini sangat mewakili perasaan orang tua dari mahasiswa. "Gerakan ini sangat dibutuhkan oleh para orang tua/wali calon Mahasiswa baru, karena pada dasarnya kita ini tidak semua memiliki keadaan ekonomi yang sama," ungkap Mahasiswa baru tersebut.


Muhammad Saleh selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama yang turun langsung untuk menemui mahasiswa pada aksi ini menjelaskan bahwa akan ada perpanjangan pembayaran UKT selama dua hari. "Jadwal pertama ditutup pada tanggal 12 Juli pukul 23.59 kemudian setelah dilihat  maka dibuat edaran baru, dan saya sampaikan bahwa edaran itu akan terbit hari ini untuk perpanjangan masa pembayaran UM-PTKIN hinggal tanggal 14 Juli yang artinya diperpanjang selama dua hari," jelasnya. 


Adapun terkait tuntutan mahasiswa mengenai kejelasan banding UKT angkatan 2020 Wakil Rektor III berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut pada Wakil Rektor II IAIN Parepare, yang nantinya Warek II yang akan meneruskan infromasi kepada Rektor.


Fadil Muhammad selaku Kordinator Lapangan (Korlap) pada aksi kali ini mengatakan pihaknya kurang puas terkait statement yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor III. "Terkait statement yang diberikan ayahanda kami Wakil Rektor III, kita belum bisa temukan benang merahnya, karena Warek III cuman memberikan iming-iming kepada kita dan kami meminta estimasi waktu pembayaran itu diperpanjang selama satu minggu namun hanya diperpanjang dua hari," keluhnya. 


Dan kembali Fadil Muhammad mempertegas tuntutan Aliansi Mahasiswa IAIN Parepare agar Rektor IAIN Parepare mengeluarkan kebijakan atau informasi terkait banding UKT angkatan 2020 dalam waktu tiga hari dan apabila tidak, maka Aliansi Mahasiswa IAIN Parepare akan kembali melakulan demonstrasi. 


Reporter : ASR/ASM

Redaktur : IDL



Education Management, Tingkatkan Potensi MPI

HMPS MPI Menggelar Training of Education Management
12 Juli 2021



Kampus, Red Line News-- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengggelar Training of Education Manajemen dengan mengangkat tema "Meningkatkan Intelektual Warga MPI yang Bermutu dan Kompeten dalam Dania Pendidikan" yang dilaksanakan di Lab Lt.3 IAIN Parepare, (12/07).


Jumriani selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa tema yang diusung dari panitia pelaksana, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa MPI. "Kami mengangkat tema ini agar dapat menghasilkan mahasiswa yang mampu meningkatkan potensi diri dalam menerapkan keterampilannya dalam manajemen pendidikan," jelasnya. 


Ketua Umum HMPS MPI, Nurdin mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan sumber daya mahasiswa khususnya MPI dan sebagai pengembangan mutu untuk lebih berkualitas dan berkompeten dalam dunia pendidikan.


"Tentu harapan saya setelah mengadakan kegiatan ini adalah kami sebagai mahasiswa MPI harus mampu  meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan keahliannya di dunia pendidikan," harap Nurdin. 


Nur Azizah Kasman salah satu  peserta mengungkapkan kegiatan ini memberi banyak manfaat bagi jurusan MPI. "Kegiatan training ini sangat bermanfaat untuk kami yang berada di Program Studi MPI. Karena materi yang diturunkan sangat berkaitan dengan pekerjaan yang akan digeluti nantinya," ungkapnya.


Rep: RST

Red : AS

Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Skill OSDI FEST Resmi Dibuka

 

Pembukaan OSDIE FEST IAIN Parepare
10 Juni 2021

Kampus, Red Line News-- Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melangsungkan pembukaan Festival Olahraga Seni Dan Ilmiah (OSDI FEST) dengan tema "Bersinergi dalam Sportifitas Pacu Kreatifitas Ukir Prestasi Tanpa Batas" yang berlangsung di Aula Serbaguna IAIN Parepare, (10/07).


Pembukaan festival diawali dengan berbagai rangkaian acara dan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gendang Toraja oleh seluruh ketua UKK dan UKM IAIN Parepare.


Ketua Panitia Muhammad Nur Azaddin menyampaikan seluruh kontingen bisa bertanding dengan sportif, "kami dari jajaran panitia menginginkan seluruh kontingen dapat bertandingan dengan sportif dan kegiatan ini menjadi ajang unjuk skill dan silaturahmi antar kontingen," ujarnya.


Muhammad Fajar selaku Ketua DEMA-I mengatakan dalam sambutannya agar kita bersinergi menyukseskan kegiatan ini. "Tentu ini bukan hanya tentang setiap peserta memikirkan menang dan kalah tetapi bagaimana kita bersama sama menyukseskan kegiatan dengan tujuan utama saling bersinergi dan saling bekerjasama," ucapnya.


Fajar mengharapkan agar seluruh kontingen bisa mengikuti setiap skenario yang telah diatur. "Demi menjaga kelancaran kegiatan agar sesuai ekspektasi kita, diminta kepada teman-teman bisa megikuti skenario yang telah dibuat," harap ketua DEMA-I.


Wahyudi Rusdi selaku ketua Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Parepare juga mengharapkan dalam kegiatan ini memperoleh pengaruh yang baik, karena beberapa lomba yang berskala nasional, itu juga memiliki kontribusi positif untuk kampus dan berpengaruh untuk akreditasi kampus. Maka kita bisa memanfaatkan pada kegiatan ini untuk mendapatkan hal-hal yang baik.


Rep : ARL

Red : AS

Menulusuri Sumber Sejarah dalam Studi Wisata Budaya SPI IAIN Parepare

 

Wisata Budaya yang Digelar oleh HMPS SPI
09 Juli 2021

Makassar, Red Line News-- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sejarah Peradaban Islam (SPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN ) Parepare melaksanakan Studi Wisata Budaya dengan tema "Mengenal dan Menelusuri Kebudayaan dan Sejarah Masyarakat Sulsel" yang dilaksanakan di Makassar,(09/07).


Adapun lokasi Studi Wisata Budaya dilaksanakan beberapa tempat yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan (Sulsel), Benteng Rotterdam Makassar, dan Museum La Galigo. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa SPI angakatan 2018.


Ahmad Yani selaku dosen SPI yang juga sebagai dosen pembimbing lapangan dalam kegiatan mengatakan bahwa, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait sumber sejarah dan budaya khususnya sejarah dan budaya di Sulsel. "Penelusuran sumber sejarah ini adalah bekal awal mahasiswa dalam mengajukan judul penelitian bagi mahasiswa SPI," ungkapnya.


Ahmad Yani menambahkan bahwa "instansi yang dikunjungi pastinya berkaitan dengan ke-prodian misalnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipaan Perpustakaan Sulsel yang mengkoleksi ratusan arsip yang bisa dijadikan sebagai sumber sejarah sama halnya di Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Museum La Galigo yang banyak mengkoleksi peninggalan Sulsel yang bisa juga dijadikan sumber dalam penelitian sejarah," tambahnya.


Muh.Ishar selaku mahasiswa SPI yang ikut dalam kegiatan Studi Wisata Budaya ini menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami dalam hal berguna sebagai dasar dalam mengajukan judul penelitian bagi kami nantinya. "Penelusuran sumber-sumber sejarah di tiga tempat tersebut sangat menambah wawasan dan literatur bagi kami untuk memperdalam cakrawala ilmu mengenai sejarah Sulsel dan juga berguna sebagai bekal kami nantinya dalam mengajukan judul penelitian sejarah," ucapnya.


Rep : HAM

Red : AS

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE