LIKE OUR FANSPAGE

Cari

Twitter

IKLAN

Tim Itjen Kemenag RI, Lakukan Audit Lingkup IAIN Parepare

 

Pelaksanaa Audit Kinerja 
19 Juni 2021


Kampus, Red Line News-- Pelaksanaan Audit Kinerja oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementrian Agama (Kemenag) RI tahun anggaran 2020 dilingkup Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang berlangsung di Perpustakaan Lt.5 IAIN Parepare, (19/06).


Audit kinerja bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja yang sifatnya personal ASN (Aparat Sipil Negara) maupun dalam konteks kelembagaan, misal kinerja Institut Agama Islam termasuk yang berkaitan dengan jabatan, struktur organisasi dimulai dari pimpinan sampai level yang paling bawah yang dituntut ialah kinerja lalu diaudit melalui kegiatan ini.


Tamsil Hadi selaku Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) IAIN Parepare, menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama 17 hari. "Sebenarnya kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 14 Juni, namun terhitung sejak tim Inspektorat datang dari perjalanan tempat kerja dan persiapan dokumen yang dibutuhkan, sekitar 17 hari kegiatan ini berlangsung dan efektifnya di kampus kurang lebih 10 sampai 12 hari," jelasnya.


"Kegiatan audit kinerja sebenarnya tugas dan fungsinya itu untuk mengevaluasi sejauh mana selama ini organisasi kita termasuk Dosen, Tenaga Kependidikan, ASN secara keseluruhan, kemudian jabatan- jabatan yang ada di organisasi kita sudah berjalan dengan baik agar bisa menghasilkan kinerja sebagaimana yang diharapkan," lanjutnya.


Tamsil Hadi berharap agar dengan terlaksananya audit kinerja dapat memberi hasil positif untuk lembaga kita, sebagaimana mestinya anggaran yang diamanahkan untuk dikelola meliputi audit atas aspek ekonomis, efisiensi dan efektivitas (3E).


Rep : ASN / NFD

Red : AS

Dema Faktar Jalin Silaturahmi Melalui Kegiatan Tarbiyah Star Competition

 

Pembukaan Tarbiyah Star Competition (TSC)
18 Juni 2021


Kampus, Redline News- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah (FAKTAR) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, menggelar pembukaan Tarbiyah Star Competition (TSC) bertempat di Aula Serbaguna IAIN Parepare, (18/06).


Andi Muhammad Rismal selaku ketua DEMA Faktar menyampaikan tujuan diadakan TSC untuk menjalin silaturahmi sesama mahasiswa Tarbiyah. "Tujuan diadakan TSC untuk menjalin silaturahmi sesama mahasiswa tarbiyah dan meningkatkan kualitas SDM mahasiswa Tarbiyah agar nantinya ketika ada kompetisi di luar sudah ada yang kita siapkan," ungkapnya.


Muhammad fajar ketua DEMA I  mengungkapkan harapannya ketika ditemui. "Harapan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, " harapnya.


Wakil Dekan 1 Muhammad Dahlan dalam sambutannya yang membuka acara secara resmi mengatakan mahasiswa harus bersaing secara sportif dan berfikir positif. "Semoga dalam kegiatan ini mahasiswa harus bersaing secara sportif dan selalu berfikir positif dan mampu menghasilkan mahasiswa yang luar biasa," ungkapnya.


REPORTER : NAF/TSB

REDAKTUR : GON

RDP Sebagai Terobosan dan Kemajuan Lembaga

 

RDP Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
18 Juni 2021


Kampus, Red Line News-- Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tema "Serap Aspirasi, Beri Solusi, untuk FUAD yang Progresif" yang digelar di Lab Lantai 3. (18/06).


Wahyudin selaku ketua SEMA-F mengungkapkan makna tema yang diambil berangkat dari 3 unsur dasar yaitu aspirasi, solusi dan progresif tentunya menyerap dan menampung segala aspirasi yang dikeluarkan oleh teman-teman dari DEMA-F dan HMPS dan juga bagaimana dari forum RDP ini tidak hanya memberikan aspirasi "tetapi menghadirkan solusi yang efektif dari segala aspirasi yang dikeluarkan," tegasnya.


Wahyudin juga menambahkan tujuan RDP ini adalah sebagai wadah dan saran dari DEMA-F, HMPS dan SEMA-F  untuk mengeluarkan dan menyampaikan "pendapat serta gagasannya ke dalam UU Organisasi Kemahasiswaan Faklutas yang kedepannya akan dijadikan bahan rujukan selama kepengurusan berjalan," tambahnya.


Muhammad Royyan Duntu selaku Ketua HMPS BSA mengungkapkan, sangat mengapresiasi kegiatan dari  SEMA-F yang cukup sigap melaksanakan kegiatan tersebut karena sebagai wadah mahasiswa. "Dengar Pendapat ini sangat mengapresiasi yang cukup sigap melaksanakan kegiatan tersebut karena sebagai wadah mahasiswa untuk mengaspirasikan gagasannya," ungkapnya.


Rep : NK/RJ

Red : HMS

Terapkan Budaya Baca, DEMA FUAD Gelar Camp Literasi

Camp Literasi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah 
18 Juni 2021



Kampus, Red Line News-- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare segera menggelar Camp Literasi dengan yang dilaksanakan di IAIN Parepare dan Bukit Marezo Kota Parepare, (18/06).


Camp Literasi akan digelar mulai tanggal 25 hingga 27 Juni 2021 mengangkat tema "Budaya Literasi Sebagai Gerbang Kemanusiaan."


Zainul selaku Ketua Panitia mengungkapkan konsep yang diadakan didua lokasi. "Konsep kegiatan nanti ada dua tempat yang pertama di kampus selama 3 hari dengan melaksankan launching dan pameran buku dan camp selama 2 hari di Bukit Marezo.


"Peserta kami batasi karena melihat dari kondisi dari mahasiswa di IAIN dari semester 2 dan semester 4 masih kurang budaya baca buku, bagi kami tidak diperlukan banyak orang untuk dapat belajar, biarpun sedikit tapi jelas dan maksimal," lanjutnya.


Ia menambahkan agar kegiatan ini memberikan kesadaran kepada teman-teman betapa pentingnya baca buku, budaya baca buku dalam artian ada yang dijadikan teori untuk praktik dalam tujuan yang ingin dicapai.


Agung Arra Ketua DEMA FUAD berharap mahasiswa dapat mempertontonkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan berbasis literasi. "Semoga kita membumikan kembali yang namanya lingkungan literasi di dalam lingkup IAIN Parepare tentunya karena kita ketahui bahwa yang namanya literasi dia adalah proses membaca, diskusi tulis-menulis dan tentu 3 hal ini tidak bisa dilepaskan dari dunia kemahasiswaan," harapnya.


Terakhir Ia mengatakan, sistem kurikulum pendidikan hanya mengajarkan mahasiswa untuk mencapai yang namanya nilai A sebagai predikat mahasiswa cerdas, namun apakah ada jaminan bahwa mahasiswa yang mendapat Nilai A mampu membaca buku sebanyaknya kemudian apakah mampu mempertanggungjawabkan nilai A yang didapatkan dalam forum-forun diskusi ataukah mampu menulis resensi daripada materi yang disampaikan.


Rep : NRL

Red : AS

Tuai Respon Positif, Mahasiswa Harapkan Kuliah Uji Coba Dapat Terus Berlanjut

 

Kuliah uji coba offline mahasiswa semester genap 
14 Juni 2021


Kampus, Red Line News-- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tetap melanjutkan kuliah uji coba offline untuk Mahasiswa pada semester genap kali ini, (14/06).


Perkuliahan uji coba tetap dilanjutkan untuk Mahasiswa semester dua , empat dan enam dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti yang diketahui, sistem pada perkuliahan ini dilakukan secara bergiliran dengan jadwal yang ditentukan oleh Fakultas masing-masing. 


Hal tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari Mahasiswa, salah satunya datang dari Adelia Audinah selaku Mahasiswa semester dua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang menyambut baik pelaksanaan kuliah uji coba yang dilakukan kampus. "Perkuliahan uji coba yang tetap diterapkan oleh kampus Itu adalah keputusan yang bagus untuk kami Mahasiswa semester dua yang belum pernah merasakan duduk di bangku kuliah selama COVID, dengan adanya sistem ini saya pribadi juga bisa menangkap pelajaran dengan mudah dan lebih fokus, tidak terhalang dengan jaringan ketika kita lakukan secara virtual," ungkapnya.


Serupa dengan Adelia, Muhammad Aidil selaku Mahasiswa semester dua Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) juga menanggapi positif kuliah uji coba ini, menurutnya kuliah offline lebih efektif. "Saya sangat senang dengan dilaksanakannya kuliah uji coba ini karena selain bertemu teman kelas , juga dapat merasakan suasana yang berbeda. Kita bisa lebih aktif dibandingkan dengan kuliah online, karena biasanya pada kuliah online sering terkendala oleh jaringan sehingga sering ketinggalan penjelasan atau pelajaran dari dosen serta bisa juga berdampak pada kehadiran," jelasnya. 


Aidil juga berharap kuliah offline kembali berlanjut, dan kuliah dapat berjalan seperti di kala sebelum pandemi. 


Selanjutnya pendapat dari Muhammad Ikram Arifin selaku Mahasiswa semester empat Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Menurutnya tingkat partisipasi siswa lebih besar saat kuliah offline daripada online. "Sangat bersyukur karena kerinduan akan kuliah tatap muka dapat dirasakan meskipun bergiliran. Saya merasakan perbedaan jauh antara kuliah offline dengan online dimana tingkat partisipasi dari Mahasiswa lebih besar pada perkuliahan offline dibandingkan online, itu membuat kita lebih cepat paham dan mengerti akan sub pembahasan materi mata kuliah yang diajarkan," tuturnya.


Terakhir, Hafis selaku Mahasiswa semester enam Prodi Tadris Matematika juga menyampaikan pendapatnya. "Tindakan yang dilakukan oleh Fakultas sudah baik terutama yang saya rasakan sebagai Mahasiswa semester enam yang saat ini mempelajari mata kuliah yang dominan lebih ke praktik, kuliah offline sangat diperlukan dalam pembelajaran tersebut," pungkasnya.


Dari beberapa pandangan Mahasisiwa di atas, semuanya pro pada pelaksanaan kuliah offline. Maka dari itu, tanggapan dari Mahasiswa tersebut setidaknya bisa menjadi tahap pertimbangan oleh Kampus untuk tetap melaksanakan kuliah offline untuk semester depan. 


Reporter : FS/ RAS

Redaktur : IDL

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE