LIKE OUR FANSPAGE

Cari

Twitter

IKLAN

Resmi Dibuka, Narasi Competition Disambut Baik Berbagai Elemen


Peresmian pembukaan NARASI Competition 2022.
26 Juni 2022

Kampus, Red Line News-- Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) laksanakan Pembukaan Pekan Olahraga Seni dan Ilmiah (NARASI) Competition 2022, di Gedung Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, (26/06).

Ketua Panitia Khairuddin mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah membantu dan menyukseskan kegiatan yang akan kami laksanakan yaitu kegiatan Narasi competition 2022 dengan mengusung tema Berjiwa Kompetitif, Kreatif dan Inovatif Menuju Generasi Unggul," ungkapnya.

Ketua DEMA-I Muh Zaldy Febri dalam sambutannya menyampaikan harapannya semoga kedepannya kampus mendukung kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa. "Saya berharap agar kiranya kampus mendukung dan mensupport kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan semoga kegiatan berikutnya fasilitas kampus bisa di gunakan dengan baik, serta saya berharap kepada seluruh kontingen untuk menghidupkan semangat dan menjunjung tinggi sportifitas," Ungkapnya.

Muh Kamal Zubair selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dalam sambutannya menyampaikan Rektor memberikan akses seluas-luasnya dalam penggunaan fasilitas kampus. "Alhamdulillah, Bapak Rektor memberikan akses seluas-luasnya kepada kita, termasuk penggunaan gedung auditorium, jadi ini merupakan tantangan bagaimana agar kegiatan kita tetap berlanjut," jelasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sulawesi Selatan Baharuddin Iskandar dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh DEMA- I. "Kami sangat menyambut sekaligus mengajak kepada seluruh mahasiswa dan rektorat untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Kami juga sangat menyemangati kegiatan ini, mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berharap kerjasama dengan SMA/SMK bisa terjalin lebih erat lagi, mariki membersamai dunia pendidikan di Sulawesi Selatan," Ungkapnya.



REPORTER : DND

REDAKTUR : NRN

Kemenag Buka Empat Beasiswa, Warek III IAIN Parepare Usahakan Beasiswa Tahfidz Qur'an

 

Kartu KIP kuliah.
26 Juni 2022

Kampus, Red Line News-- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) telah membuka pendaftaran sejumlah beasiswa tahun anggaran 2022. Pendaftaran mulai dibuka sejak 6 hingga 30 Juni 2022 mendatang, (26/06).

Saat ini 4 jenis beasiswa Kemenag 2022 yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Tahfidz Qur'an, Beasiswa Bantuan Peningkatan Prestasi Akademik (BPPA) dan Beasiswa Adiktis serta Bantuan Lembaga Kemahasiswaan.

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Parepare, Muhammad Kamal Zubair berusaha mengadakan beasiswa tersebut di Kampus terkhusus pada beasiswa Tahfidz Qur'an dengan menjelaskan beberapa kriteria. "Beasiswa ini memiliki kriteria tersendiri diantaranya 5 Juz, 10 Juz dan seterusnya dan ternyata hanya di peruntukan untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Jadi untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diserahkan ke lembaga masing-masing ini salah satu yang saya upayakan sekarang," ujar Warek III.

Lanjut, Kamal Zubair mengungkapkan akan menggandeng pihak eksternal dalam hal ini perbankan yang ada di kota Parepare. "Secara lisan sudah ada komitmen dan saya baru akan membuat proposal untuk beasiswa Tahfidz Qur'an untuk kerjasama ke Bank Syariah dan kemungkinan beasiswa yang lain juga dengan tujuan untuk memacu dan memotivasi mahasiswa yang ada di kampus agar mahasiswa bisa berprestasi," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Kampus Dema-I IAIN Parepare, Muhammad Fajar mengatakan penerima beasiswa perlu mempersembahkan prestasi yang dimiliki untuk mengharumkan nama kampus. "Kepada teman-teman Mahasiswa yang berprestasi di kampus memiliki beasiswa khusus, sebaiknya bisa berlomba lebih baik lagi untuk mengharumkan nama kampus entah itu jalur organisasi atau jalur lain yang bisa mengharumkan nama kampus," tutur Fajar.

Selain itu, salah satu Mahasiswa IAIN Parepare Wahyuddin mengatakan kampus sudah seharusnya memberikan fasilitas beasiswa kepada mahasiswa khususnya bagi mereka yang berprestasi. "Mudah-mudahan kampus kedepannya membuka mitra dengan perusahaan atau instansi yang dapat menyediakan beasiswa seperti bank Indonesia contohnya di IAIN Fatahul Muluk Jayapura sehingga mahasiswa bisa mengajukan beasiswa ke instansi tersebut," harapnya.


Reporter : Fzl

Redaktur : Asy

Dinilai Terlambat, UKT-BKT Tetap Jadi Pembahasan Penting Mahasiswa Fakultas

 

Situasi kajian UKT-BKT. Foto : Sandi


Kampus, Red Line News -- UKT-BKT (Uang Kuliah Tunggal-Biaya Kuliah Tunggal) sedang menjadi perbincangan dan pembahasan dalam beberapa kajian diskusi mahasiswa di setiap Fakultas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, (06/22).

Kajian UKT-BKT yang di lakukan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) merupakan sebuah bentuk Pemberian informasi serta pemahaman di Setiap Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F), dan terkhusus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HM-PS) yang merupakan Lembaga Kemahasiswaan yang berorientasi pada Program Studi. Pengkajian UKT-BKT berdasar pada BKT disetiap Prodi yang nantinya menjadi rujukan dalam penyusunan UKT-BKT ke Kementerian Agama.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I), Muhammad Saldy Febri menjelaskan untuk saat ini, ia fokuskan pada penyebaran Informasi tentang UKT-BKT. "Untuk saat ini, kita fokuskan pada penyebaran informasi UKT-BKT, sebab baru terdengar di tahun ini padahal UKT-BKT sudah diterapkan mulai dari tahun 2014 hingga sampai saat ini. Sehingga menjadi sebuah pekerjaan berat dan usaha dari semua stakeholder lembaga kemahasiswaan untuk mengusut hal tersebut," jelasnya.

"Yang menjadi permasalahan UKT-BKT atau SSBOPTN jelas dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 88 telah dijelaskan bahwa SSBOT menjadi dasar oleh PTN untuk menetapkan biaya yang ditanggung oleh mahasiswa yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta biaya yang ditanggung oleh mahasiswa harus disesuaikan dengan kemampuan ekonominya, dan orang tua. Secara Falsafah dasar telah dijelaskan dalam Regulasi tersebut namun penerapan ini berbanding terbalik di Kampus IAIN Parepare dimana kita lihat bahwa KMA No 244 yg telah dikeluarkan oleh Kementrian Agama tidak dalam penerapan UKT-BKT yang dimana UKT yg telah ditetapkan mulai dari Kelompok I Hingga V, hasil yang ditemui yakni keseragaman nominal UKT namun ketika Penerapan UKT-BKT telah di lakukan hasil yang ditemukan pasti nominal yang berbeda sesuai dengan kebutuhan BKT disetiap Prodi masing-masing," tambah Zaldy.

Salah satu mahasiswa IAIN Parepare yang enggan disebutkan namanya mengatakan pembahasan UKT-BKT terlambat untuk dibahas saat ini, namun dirinya tetap mengapresiasi usaha yang telah dilakukan DEMA-I. "Pembahasan kemarin lumayan menarik tentang pembahasan UKT-BKT. Tetapi itu telat menurut saya, kenapa tidak kemarin-kemarin kita bahas terkait ini, apakah ada permainan atau bagaimana. Kalau dari sekarang kita kaji itu baiknya mulai dari nol karena kita harus cari data setiap Prodi. Dan yang di lakukan DEMA-I itu bagus karena demi tahun yang akan datang untuk mahasiswa baru tahun 2022 nantinya," pungkasnya.



Reporter: SND

Redaktur: NRN

Tak Kunjung Diperbaiki, Mahasiswa Keluhkan Kondisi Gedung Aula Serbaguna

 



Kondisi fasilitas gedung Aula Serbaguna |foto : Dewi Red Line. 24 Juni 2022.


Kampus, Red Line News-- Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare keluhkan kondisi Aula Serbaguna yang mengalami kerusakan dibeberapa bagian dan fasilitas yang sudah tidak layak pakai hanya dibiarkan begitu saja, (24/06).

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah (FAKTAR), Muhammad Yusran mengungkapkan banyaknya fasilitas yang tidak layak digunakan dan menimbulkan ketidaknyamanan. "Kami yang kerap kali menggunakan Aula Serbaguna untuk berkegiatan merasa kurang terfasilitasi. Bukannya kurang bersyukur, hanya saja banyak fasilitas terpajang disana tapi tidak berfungsi layaknya hanya hiasan saja. Seperti sound sistem sama sekali tidak berfungsi, lampu dan kipas hanya sebagian yang berfungsi. Ini mengakibatkan peserta yang berada dalam ruangan menjadi gerah lampu redup mengakibatkan mengantuk," ungkapnya. 

Yusran berharap pihak kampus dapat memberikan perhatian lebih, melihat banyaknya kegiatan mahasiswa menggunakan gedung tersebut. "Kami berharap hal ini bisa diperhatikan oleh pihak birokrasi. Lantai yang rusak juga perlu diperhatikan karena kurang elok ketika teman-teman mahasiswa membuat kegiatan dengan mengundang eksternal kampus kemudian melihat fasilitas kita yang kurang memadai," harapnya.

"Saya juga berharap ini menjadi tugas untuk Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) yang memang tupoksinya mengeksekusi persoalan yang ada di tingkat Institut dalam membawa aspirasi ini ke birokrasi, dan tentunya dibantu oleh teman-teman fungsionaris kampus lainnya yaitu UKK/UKM, SEMA, DEMA dan HMPS," sambungnya.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Misbahuddin mengungkapkan sudah mengusulkan untuk perbaikan gedung namun masih terkendala anggaran. "Untuk sementara belum ada anggaran yang turun dan kami sudah diusulkan untuk perbaikan. Jika anggaran sudah ada yang diperbaiki hanya bagian tertentu menyesuaikan dengan anggaran nantinya. Data-data sudah dimasukkan di perencanaan, tentu persoalan begini ada panitianya, karena jika ingin di lelang istilahnya harus ke pusat kemudian ke bagian kampus," tuturnya.


Reporter: DWI/SJI

Redaktur: NRN

Rektor IAIN Parepare Harapkan Perbaikan Mutu Pada Kegiatan Bimbingan Penguatan Akreditasi

Gambar 1.0

Kampus, Red Line News---Kegiatan Bimbingan Penguatan Akreditasi Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS) yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare bertempat di lantai 4 Gedung Perpustakaan IAIN Parepare, (16/06).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Ketua LPM, Sekretaris LPM, Tim Gugus Mutu Fakultas/Pascasarjana dan Tim Gusus Mutu Program Studi lingkup IAIN Parepare.

Rektor IAIN Parepare, Hannani dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan mengungkapkan mutu yang baik dihasilkan dari pengawalan yang maksimal dari program studi dalam merencanakan. “Jika program studi bekerja secara maksimal pasti akan menghasilkan mutu yang baik, pengawalan inilah yang akan menghadirkan siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP). Siklus ini diawali dengan perencanaan, perencanaan ini terkait dengan 9 kriteria. Dari 9 kriteria ini ada yang dinilai dari setiap nilai ini ada programnya,” ungkapnya.

Selain itu, Hannani juga berharap perbaikan mutu dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang ada. “Kalau PPEPP ini jalan, maka standar nasional Dikti mengenai mutu dapat terlampaui. Kegiatan perbaikan mutu di kampus akan terlaksana kalau dimobilisasi semua potensi yang ada,” ungkap Hannani.

Kegiatan Bimbingan Penguatan Akreditasi dilanjutkan dengan penyerahan SK Gugus Mutu Fakultas dan Gugus Mutu Program Studi lingkup IAIN Parepare oleh Rektor IAIN Parepare. Selanjutnya, materi “Pengenalan Fungsi dan Tugas Gugus Mutu Fakultas dan Gugus Mutu Program Studi” oleh H. Islamul HAq, “Pengenalan Fitur Akreditasi Cloud ” dan "Praktik Pengisian Akreditasi Cloud" oleh Sufyaldi. 


Reporter : STS

Redaktur : STS

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE