![]() |
| Kepala Sub Bagian (Kasubag) Layanan Akademik |
Kampus, Red Line News -- Pihak Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, menegaskan bahwa tidak terdapat perubahan kebijakan terkait beasiswa mahasiswa. Keterlambatan pencairan yang terjadi saat ini disebabkan oleh perubahan prosedur, di mana seluruh proses pencairan kini diambil alih oleh pusat, jumat (27/02).
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Layanan Akademik Abdul Hamid, menjelaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan terkait beasiswa, melainkan hanya perubahan prosedur pencairan. "Sebenarnya tidak ada perubahan kebijakan cuman prosedur nya yang berubah sekarang pusat yang ambil alih proses pencairannya, jadi semua proses pencairan itu di ambil ahli oleh pusat jadi kami hanya sisa mengusul nah itu salah satu penyebab mengapa terlambat cair,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pusat, pencairan baru dilakukan melalui Bank BNI (Bank Negara Indonesia) untuk angkatan 25. “Info dari pusat itu sudah cair ke bank BNI (Bank Negara Indonesia) kan banyak bank setiap kampus beda beda bank jadi baru bank BNI (Bank Negara Indonesia) yang dicairkan untuk angkatan 25 jadi yang lainnya itu belum, jadi di maklumi kenapa terlambat karna pusat yang ambil ahli kami nda tau bilang apakah pusat sudah proses atau bagaimana sudah sampe di mana progresnya,” ungkapnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Muhammad Ali Rusdi, menyampaikan bahwa mulai tahun ini seluruh proses pencairan beasiswa ditarik ke pusat Kementerian Agama Republik Indonesia. “Saya tidak tau persis karena mulai tahun ini semua pencairan ditarik ke pusat Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), pihak kampus hanya mengusulkan nama-nama penerima ke pusat selebihnya pusat yang menjadwalkan pencairan secara serentak se Indonesia,” ungkapnya.
Wakil Ketua Forum Beasiswa (Forbes) Iksan Darmawansyah, mengaku telah menanyakan kejelasan terkait keterlambatan pencairan tersebut yang menyatakan pencairan tahun ini dilakukan langsung oleh pusat dan bukan lagi melalui pihak kampus. “Saya pernah menanyakan kejelasan terkait keterlambatan pencairan, dan katanya untuk tahun ini pencairan langsung dari pusat dan bukan dari kampus,” tuturnya.
Tak hanya itu, Ia berharap kampus dan pemerintah dapat mempercepat proses pencairan. “Saya berharap pihak kampus dan pemerintah dapat mempercepat proses pencairan serta memberikan informasi yang jelas dan transparan mengenai penyebab keterlambatan,” harap Iksan.
Reporter: VIT, PUR
Redaktur: SRN
Web & It: Dayat
.jpg)
