Home » » Tradisi Mapadendang dan Mapano Masyarakat Sidrap Terkhusus Desa Sipodeceng kac. Baranti

Tradisi Mapadendang dan Mapano Masyarakat Sidrap Terkhusus Desa Sipodeceng kac. Baranti

Posted by LPM REDLINE on 22 Apr 2020

Nurlina Mahasiswi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Sekretaris SEMA Faktar IAIN Parepare 22 April 2020

Penulis ; Nurlina (Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini)
Sekretaris SEMA Faktar IAIN PAREPARE

OPINI-- Akan ada sejarah dalam tradidisi nenek moyang kita yang masih sangat kental dan harus kita lakukan menurut kepercayaan kita masig-masing termasuk tradisi Mapadendang dan Mapano desa sipodeceng.
Setiap Kabupaten/Desa pasti memiliki Tradisinya sendiri termasuk desa sipodeceng yang sangat kental denga kata MAPADENDANG (biasa disebut dengan syukuran naik Tani/ Menre Galung) dan Mapano juga sangat kental di masyrakat Desa Sipodeceng (biasa disebut anak lahir tapi tidak kelihatan/ Mallajang/anak turung wai) Jum’at 17 april 2020 adalah pristiwa bersejarah bagi masyarakat desa sipodeceng karna mereka serentak Mapano konde-konde untuk anak Mallajangnya. Kepecayaan nenek moyang sejak dahulu kala masih kental dalam masyarakat desa sipodeceng, dan tradsi tersbut di laksanakan setiap selesai Panen kab.sidrap dan nenek termasuk pemangku dan saya perna diapnggil menjadi anak padendangya. Masyarakat Desa sipodejeng mempercayai bahwa dilaksanakanya Mapadendang dan Mapano adalah rasa syukur mereka karna panen raya melimpah dan memohon kepada Allah swt agar panen selanjutnyag lebih melimpah.
 Ini hanya kepercayaan masing-masing orang dan ada juga yang tidak memepercayai tradisi tersebut.

SHARE :
CB Blogger

Post a Comment

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE