![]() |
| Suci Alisyia |
Kampus, Red Line News-- Suci Alisyia, mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, berhasil lolos dalam ajang Lomba Jejak Pena Nasional. Karyanya akan diterbitkan dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Kamis (12/03).
Suci Alisyia menjelaskan bahwa cerpen Mendengar Rintik dan Puisi Untaian Doa yang Turun Perlahan terinspirasi dari rintik hujan sebagai simbol refleksi dan harapan. “Cerpen Mendengar Rintik menggambarkan hujan sebagai ruang refleksi yang membawa ketenangan dan membuat seseorang merenung. Sedangkan puisi Untaian Doa yang Turun Perlahan menggambarkan rintik hujan sebagai doa yang dipanjatkan dengan harapan dan kesabaran, meskipun terkabulnya tidak selalu cepat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tersebut dan juga bagaimana membagi waktu dengan perkuliahan dan juga menulis puisi. “Saya merasa sangat senang dan bangga karena setelah lama berhenti menulis puisi akibat kesibukan kuliah, saya mencoba mengikuti lomba lagi. Awalnya saya ragu bisa lolos, tetapi ketika berhasil melewati seleksi, saya merasa terinspirasi untuk kembali melanjutkan menulis puisi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Riset Karya Ilmiah Mahasiswa (FORKIM), Mustakim, menyampaikan bahwa pengurus organisasi terus memberikan dukungan kepada anggota melalui berbagai program pembinaan kepenulisan. “Pengurus memberikan dukungan melalui pelatihan dan kajian dengan bimbingan mentor serta dosen berpengalaman. Ke depan, kami juga akan melakukan penjaringan dan pelatihan intensif untuk mendorong prestasi anggota,” ujarnya.
Ia berharap prestasi yang diraih Suci Alisyia dapat menjadi motivasi bagi anggota lainnya. “Suci Alisyia diharapkan tidak cepat puas dengan prestasi yang diraih, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik. Semoga prestasi ini juga memotivasi anggota lain untuk terus berprestasi dan membawa nama baik kampus,” harapnya.
Kepala Kapus, Majdy Amiruddin, turut menyampaikan rasa bangganya atas prestasi tersebut. “Tentu saja saya merasa bangga dan lega. Prestasi ini merefleksikan bahwa bibit kepenulisan di IAIN Parepare masih berlanjut dan proses pembinaan di FORKIM juga tetap terjaga,” ujarnya.
Reporter: NRA, SYD,EHQ
Redaktur: NAZ
Web & IT: web & IT
.jpg)
