![]() |
| Dokumentasi Rapat Kerja HMPS PIAUD di Black Orange Suppa |
Kampus, Red Line News -- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah (FAKTAR) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) sekaligus mempersiapkan kegiatan penyambutan mahasiswa baru tahun 2025 dengan mengusung tema "Memperkuat Fondasi Organisasi Melalui Program Kerja Terintegritas", yang berlokasi di Black Orange Suppa, Sabtu (04/04).
Ketua Umum HMPS PIAUD, Erni Nasir, menegaskan bahwa jika ada anggota memiliki kendala mengenai prodi atau himpunan maka sampaikan ke internal atau ke ketua himpunan. "Jika ada anggota yang memiliki kendala mengenai prodi ataupun himpunan maka itu tolong sampaikan ke internal dulu usahakan nama prodi di jaga, sebelum itu kita melaporkan hal tersebut kepada ketua atau yang inti dulu terus nanti kami yang sampaikan kepada ketua prodi jika memang tidak bisa kami kendalikan, dan kedua itu menjalankan program kerja yang telah di tuntun saya meminta bantuan teman teman setiap divisi agar program kerja nantinya ini akan berjalan dengan lancar," ujarnya.
Adelia salah satu Demisioner HMPS PIAUD, menyampaikan apresiasinya kepada pengurus HMPS PIAUD karena telah menyelesaikan program rapat kerja dan penyambutan mahasiswa baru tahun 2025. "Saya mengucapkan berterima kasih kepada pengurus HMPS PIAUD karena telah menyelesaikan program rapat kerja dan juga penyambutan mahasiswa baru, yang sebenarnya kegiatan ini merupakan titipan dari program HMPS saya 2024/2025 karena kemarin itu kami tidak sempat melakukan penyambutan maba, karena kami juga mendapatkan proker titipan dari prodi yaitu pergi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, jadi penyambutan maba di titipkan sama ketua dan wakil ketua 2026," tuturnya.
Senada dengan itu, ia juga menyampaikan harapannya bahwa program kerja pengurusan tahun ini semoga dapat menciptakan program kerja yang inovatif. "Harapan saya untuk pengurusan tahun ini mudah-mudahan dapat menciptakan program kerja yang inovatif kemudian bisa melanjutkan program kerja yang sebelumnya, yang di rasa bagus untuk dilanjutkan dan apabila ada yang di rasa tidak cocok untuk kepengurusan kalian bisa cut off," harap Adelia.
Reporter : HND
Redaktur: SRN
Web&it : Dayat
.jpg)
