![]() |
| Dokumentasi Foto Bersama |
Kampus, Red Line News-- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Darud Da'wah wal Irsyad (PK-IMDI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) Parepare, menggelar dialog bertema “Cinta, Tradisi, dan Syariat Menyikapi Relasi Generasi Muda dalam Perspektif Agama, Budaya, dan Martabat Perempuan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Ainun Habibie, Kota Parepare, Rabu (06/05).
Ketua panitia, Fadil Aksa, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk membuka ruang diskusi bagi generasi muda dalam memahami relasi secara lebih bijak di tengah perkembangan zaman. “Melalui dialog ini, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang sehat dan terbuka agar generasi muda dapat memahami relasi secara lebih bijak, bermartabat, dan tidak kehilangan arah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PK-IMDI STAI DDI Parepare, Putri Rahayu Dewi, menilai dialog ini sebagai langkah konkret dalam merespon berbagai isu di kalangan generasi muda yang dipengaruhi arus globalisasi. “Kita hidup di era globalisasi, dimana batas-batas budaya mulai kabur. Namun, menjadi modern tidak berarti harus kehilangan identitas. Tradisi dan syariat harus tetap melekat,” tegasnya.
Salah satu peserta, Abdul Khiyar, mengaku memperoleh banyak pelajaran dari dialog tersebut, khususnya terkait pentingnya menghargai perempuan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti dialog ini. Materi yang disampaikan narasumber membuka wawasan saya, terutama tentang bagaimana menghargai perempuan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan. “Semoga ke depan semakin banyak kegiatan seperti ini agar generasi muda terus belajar dan menjadi generasi yang lebih baik,” harap Khiyar.
Reporter : LTF
Redaktur : NAZ
Web&it : Dayat
.jpg)
