![]() |
| Dokumentasi Cabang Lomba Debat Konstitusi |
Kampus, Red Line News -- Tim Debat Konstitusi Delegasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang beranggotakan Yusniar, Dery Adrisal, dan Anugrah Ramadhani berhasil meraih Juara III pada cabang Debat Konstitusi dalam ajang Pekan Olahraga, Riset, Olimpiade, dan Seni (POROS INTIM) IV Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Senin (13/07).
Salah seorang anggota tim, Dery Adrisal, mengungkapkan hingga saat ini tim belum memperoleh penjelasan mengenai pertimbangan yang menjadi dasar penilaian dewan juri pada babak semifinal. "Kami kalah di semifinal sehingga harus menempati posisi Juara III. Sampai sekarang kami belum mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai pertimbangan penilaian tersebut," ujarnya.
Dery menjelaskan, sesaat setelah hasil semifinal diumumkan, tim telah menyampaikan keberatan kepada panitia dengan tujuan memperoleh penjelasan mengenai aspek penilaian yang menjadi dasar keputusan dewan juri. "Setelah pengumuman semifinal, kami langsung menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan. Namun, juri telah meninggalkan ruang debat, sementara panitia hanya menyampaikan bahwa keputusan juri bersifat final. Padahal kami hanya ingin mengetahui pada aspek substansi mana kami dinilai kurang agar dapat melakukan evaluasi untuk perlombaan berikutnya," tambahnya.
Senada dengan itu, anggota tim lainnya, Anugrah Ramadhani, berharap ke depan peserta dapat memperoleh penjelasan mengenai substansi penilaian sehingga mengetahui kekuatan maupun kelemahan argumentasi yang disampaikan selama debat. "Kami berharap ada adjufikasi atau penjelasan yang lebih jelas terkait substansi perdebatan yang menjadi dasar penilaian, sehingga peserta dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi," tuturnya.
Pendamping tim debat IAIN Parepare, Dirga Achmad, membenarkan bahwa pihaknya telah menempuh mekanisme yang tersedia dengan menyampaikan keberatan kepada panitia serta meminta hasil penilaian sebagai bahan evaluasi. "Kami telah melakukan klarifikasi. Saya meminta tim menyampaikan keberatan kepada panitia dan meminta hasil penilaian agar dapat dipelajari kembali. Dari hasil tersebut terlihat bahwa dua juri memberikan penilaian kepada tim lawan, sedangkan satu juri memberikan penilaian kepada tim kami," tutupnya.
Reporter: FFF
Redaktur: AML
Web&It: Dayat
.jpg)
