![]() |
| Dokumentasi Wawancara Wakil Rektor I IAIN Parepare |
Kampus, Red Line News -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mencatat sekitar 7.383 mahasiswa aktif tahun ini, turun dari jumlah sebelumnya yang berada di kisaran 8.000 mahasiswa. Kapasitas ruang kelas menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menunjang proses perkuliahan, Jumat (25/09).
Zulfah selaku Wakil Rektor (Warek) I IAIN Parepare, menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa aktif tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Sebelumnya, jumlah mahasiswa berada di kisaran 8.000 mahasiswa, sementara tahun ini tercatat sekitar 7.383 mahasiswa. Dalam pengelolaan ruang kelas, setiap fakultas memiliki aturan dan perhitungan rasio antara jumlah mahasiswa dengan kapasitas ruang. Yang ideal itu 35 orang dalam satu kelas. Jadi disesuaikan saja dengan ruang kelasnya. Kalau ruangannya kecil, tidak mungkin mahasiswanya banyak,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa pelayanan kepada mahasiswa tetap menjadi perhatian kampus. “Kita berusaha agar bisa menciptakan sarjana-sarjana yang berkualitas. Caranya dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai aturan yang sudah ditetapkan negara,” kata Zulfah.
Muhiddin Bakri selaku Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), menyebutkan jumlah mahasiswa saat ini mencapai 996 orang, dan kebutuhan kelas sejauh ini telah terpenuhi. "Jumlah mahasiswa FUAD saat ini mencapai 996 mahasiswa. Kalau dari gedung mungkin tidak ada masalah, cuma fasilitas di dalam yang masih kurang baik. Ada papan tulis yang jatuh karena tidak dipaku, kemudian kabel High-Definition Multimedia Interface (HDMI) juga ada yang tidak sampai ke televisi,” ujarnya.
Ade Zulfikar Lukman salah seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah, menuturkan perubahan jadwal terkadang menyulitkan mahasiswa mencari ruang kosong. “Sampai saat ini, saya pribadi belum pernah merasakan kurangnya kelas. Tetapi ketika ada jadwal mata kuliah yang diubah, akan kesulitan untuk menemukan kelas kosong, karena kelas sudah diatur sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak fakultas,” tuturnya.
Ia berharap sistem jadwal ruang kelas dapat diperbarui dengan lebih cepat. “Kalau ruang kelas memang penuh, kuliah pengganti sebaiknya dialihkan secara online melalui zoom, sehingga urusan administrasi tidak mengganggu waktu belajar mahasiswa,” harap Ade.
Reporter: AST, STA, APR
Redaktur: NBP
Web & IT: Marsha
.jpg)
