Home » » Mengkritisi Maklumat dan Kebijakan Rektor IAIN Parepare

Mengkritisi Maklumat dan Kebijakan Rektor IAIN Parepare

Posted by LPM REDLINE on 17 Mar 2020

Suasana Rapat Konsolidasi Bertempat di Meeting Room DEMA I. (16 Maret 2020).
Kampus,  Red Line News--Sesuai dengan hasil konsolidasi kami bersama ormawa dan mahasiswa yang hadir pada senin, 16 Maret 2020 di Meeting Room DEMA-In dan lanjut mediasi bersama Warek III di Ruang Meeting Rektorat baru.

Selaku Presiden Mahasiswa, Ada beberapa kesepakatan dan tawaran yang terumuskan sebagai tindakan preventif terhadap Covid-19 dilingkup IAIN Parepare sebelum maklumat diedarkan. Adapun ulasan kami;
1) Kesan Pimpinan meniadakan kuliah tatap muka di IAIN Parepare dinilai tidak kondusif disebabkan dilihat dari status kota parepare masih dalam zona aman dan ada beberapa tindakan preventif lainnya yang lebih inovatif sebelum kampus menerbitkan maklumat sesuai instruksi pemerintah misalnya;
- Memfasilitasi Hand Sanitizer atau sejenisnya disetiap kelas-kelas agar mahasiswa senantiasa menjaga kebersihan tangan sambil melaksanakan proses kuliah.
Membuat dan menempel poster-poster ditiap fakultas tentang etika-etika bersin, batuk.
- Memberikan pelayanan pengecekan kesehatan melalui kerjasama Dinas Kesehatan apabila ada mahasiswa yang terkena gejala-gejala ringan seperti demam, sesak napas, batuk, bersin, flu sebagai langkah pertolongan pertama walaupun dipastikan itu bukan termasuk gejala dari Covid-19.
- Dan beberapa gerakan kebersihan dan kesehatan lainnya.

2) Mahasiswa yang pulang ke kampung halaman tidak ada jaminan untuk tidak terinfeksi selama akses pintu bandara, pelabuhan (lockdown) masih terbuka lebar dan tidak juga ada jaminan bahwa mahasiswa yang berada dikampung halaman tidak melakukan interaksi dengan masyarakat tertentu. Bahkan beberapa mahasiswa hanya kembali ke kos masing-masing dengan persoalan akses jaringan dikampung tidak memadahi sehingga kami nilai tidak relevan dengan kondisi mahasiswa IAIN Parepare yang seharusnya maklumat nantinya tidak mengesampingkan faktor mahasiswa dan kekhawatiran kami hanya menguntungkan satu pihak saja.

Dan Beberapa poin maklumat yang kami kritisi sesuai maklumat yang diterbitkan oleh Rektor IAIN Parepare.
1. Kuliah Berbasis Online/Daring (poin No.4)
a. Proses belajar-mengajar dinilai tidak efektif dan kesannya hanya beberapa mahasiswa yang akan menanggapi materi-materi pertemuan.
b.  Mahasiswa yang berada dipelosok desa tidak terjangkau akses jaringan dan beberapa tehnis pendukung lainnya sehingga berpotensi untuk tidak hadir (Alpha) bila tidak ada kebijakan khusus. Disisi lain Sistem dan metode kuliah online tidak memiliki konsep yang jelas untuk diterapkan dan kesannya menguntungkan pihak Dosen karena kebijakan setiap dosen berbeda-beda.

2. Tetap Memberikan akses kegiatan kemahasiswaan yang sifatnya internal IAIN Parepare yang tidak menghadirkan tamu undangan dari daerah rawan penyebaran virus Covid-19 dan senantiasa menjaga kebersihan dalam proses kegiatan. (poin No.8)

3. Maklumat IAIN Parepare ini tidak memiliki batasan waktu kapan berakhir seperti PTKIN yang lain. Contoh IAIN Tulungagung sampai 16-28 Maret, IAIN Pontianak 16-27 Maret, UIN Walisongo 16-27 Maret 2020, UIN Sunan Ampel Surabaya 16-20 Maret 2020, UIN Alauddin Makassar 16-28 Maret 2020. (poin No.12)

SHARE :
CB Blogger

Post a Comment

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE