![]() |
| Gedung Rektorat IAIN Parepare |
Kampus, Red Line News --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare memastikan anggaran Unit Kegiatan Kampus/ Unit Kegiatan Mahasiswa (UKK/UKM) masih tersedia seperti tahun sebelumnya, sementara mahasiswa didorong menjaga semangat serta meningkatkan kreativitas di tengah keterbatasan efesiensi anggaran, Selasa (27/01).
Hasim selaku Bagian Perencanaan IAIN Parepare menyampaikan mengenai anggaran UKK/UKM akan masih tetap dimaksimalkan seperti tahun sebelumnya. “Untuk anggaran UKK/UKM akan memaksimalkan masih tetap ada dan sampai saat ini masih seperti tahun lalu. Khususnya UKK/UKM dan mudah-mudahan tidak ada perubahan lagi dan tidak ada efesiensi tahap 2,” ujarnya.
Dery Adrisal selaku Dewan Ketua Racana Makkiade' - Malebbi, menyampaikan efesiensi anggaran tidak bisa dijadikan alasan mengurangi rasa semangat, melainkan momen kita untuk lebih berkreatif ditengah efesiensi anggaran. “Efesiensi anggaran ini tidak dapat dijadikan alasan untuk mengkendorkan semangat kita dalam mengembangkan dan berkegiatan di organisasi kemahasiswaan, sebab menurut saya disinilah momen kita di tuntut untuk berfikir secara kreatif dan inovatif untuk terus berkarya ditengah efesiensi anggaran," ucapnya.
Disisi lain besar harapan Dery agar anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ormawa dapat kembali normal sebelum efesiensi anggaran.“Harapan saya anggaran DIPA ormawa itu bisa kembali normal seperti sebelum efesiensi anggaran. Dan anggaran tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin oleh teman-teman ormawa untuk pengembangan diri, serta pengembangan organisasi yang tentunya mengandung orientasi untuk berdampak di masyarakat,” harapnya.
Muh. Yasir Arfah Asri selaku anggota dari Lintasan Imajinasi Bahasa Mahasiswa (LIBAM), mengatakan efesiensi justru memberikan tantangan positif bukan penghambat. “Tapi di Kampus IAIN Parepare, efesiensi justru bisa dilihat sebagai tantangan positif. Organisasi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) jadi lebih selektif menyusun program, fokus ke kualitas kegiatan, memperkuat kolaborasi, dan memaksimalkan fasilitas kampus yang ada. Jadi, efesiensi bukan penghambat, tapi peluang untuk membuat kegiatan kampus yang lebih efektif, relevan, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Reporter: NBP, SCI, GPL
Redaktur: NBP
We b& IT: Marsha
.jpg)
