![]() |
| Ketua Panitia KPUM 2026 |
Kampus, Red Line News -- Pemilihan Raya (Pemira) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), yang mengawal jalannya proses secara jujur dan berintegritas, Rabu (11/02).
Ketua Panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Muhammad Parham, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran yang dilakukan oleh calon kandidat. “Kami mengantisipasi pelanggaran kandidat, seperti kampanye di luar aturan dan menjatuhkan lawan, dengan bekerja sama bersama partai agar tercipta solusi dan hasil yang diinginkan semua pihak,” ucapnya.
Salah seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Muhammad Hafiz, mengungkapkan bahwa visi dan misi kandidat menjadi salah satu rujukan utama dalam menentukan pilihan. “Dalam menentukan pilihan, saya menjadikan visi-misi sebagai acuan utama, sekaligus mempertimbangkan latar belakang dan kapasitas kandidat agar program kerja yang ditawarkan benar-benar bisa dijalankan,” ungkapnya.
Sementara itu, calon kandidat Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I), Kurniawan, menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dioptimalkan dalam pelaksanaan pemira, khususnya penjaringan massa. “Ada beberapa hal yang perlu dioptimalkan, terutama penjaringan massa dan peran KPUM yang harus dimaksimalkan. Selain itu, dukungan dari Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) juga penting karena selama ini pengawalan terhadap KPUM dan jajarannya masih kurang,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar pemira kali ini dapat diikuti oleh orang-orang yang berkompeten dan mampu mengawal IAIN Parepare menuju arah yang lebih baik. “Semoga pemira kali ini di isi oleh orang-orang yang berkompeten dan mampu untuk mengawal IAIN Parepare kedepannya yang lebih baik,” harap Kurniawan.
Reporter: VIT, NRA
Redaktur: IWD
Web & IT : Marsha
.jpg)
