![]() |
| Dokumentasi Kegiatan Special Lecture |
Kampus, Red Line News-- Noetic Institut menggelar Kegiatan Special Lecture yang bertema “Peradaban Islam: Kemajuan & Kemunduran (Membaca Ulang dan Mengambil Pelajaran dari Sebab-sebab Kemajuan dan Kemunduran Peradaban Islam)” yang berlokasi di Kedai Kopi OK Parepare, Sabtu (25/04).
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Prof. Dr. H. Mahsyar Idris, M.Ag selaku Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dan Muh. Aunul Muwaffaq, M.E sebagai pengajar di Noetic Institut, keduanya membahas dinamika peradaban Islam dari masa awal hingga periode modern sebagai refleksi bagi generasi saat ini. Kegiatan ini diikuti langsung sekitar kurang lebih 35 orang mahasiswa dan masyarakat umum yang antusias.
Guru Besar IAIN Parepare Mahsyar Idris, menjelaskan bahwa peradaban Islam awal mengalami transformasi besar dari masa jahiliah menuju masyarakat madani. Ia menekankan bahwa kemajuan tersebut ditopang oleh nilai tauhid, akhlak, keadilan sosial, serta semangat keilmuan yang kuat. “Peradaban Islam tumbuh melalui transformasi nilai, mulai dari penanaman tauhid hingga pembangunan sistem sosial yang berkeadilan,” jelasnya.
Sementara itu, Pengajar di Noetic Institut Muh. Aunul Muwaffaq, membahas dinamika kemajuan dan kemunduran Daulah Utsmaniyah sebagai representasi peradaban Islam pada periode akhir. “Keberlangsungan peradaban tidak hanya ditentukan oleh faktor material, tetapi juga oleh kekuatan nilai, kualitas institusi, dan integritas kepemimpinan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aunul juga menyampaikan bahwa Noetic Institut hadir sebagai lembaga independen yang mengkaji peradaban dan pemikiran Islam, sementara istilah “Noetic” dimaknai sebagai proses belajar yang mendalam. “Noetic Institut merupakan lembaga independen yang berfokus pada kajian peradaban dan pemikiran Islam, istilah “Noetic” sendiri bermakna proses belajar dan memahami secara mendalam. Filosofi logo Noetic Institut yang memuat huruf “N”, menara sebagai simbol peradaban Islam, serta pena berbahan bulu yang melambangkan pentingnya ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Ia juga berharap lembaga tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi pusat kajian peradaban Islam di Sulawesi Selatan. “Semoga Noetic institut dapat terus berkembang secara konsisten dan menjadi pusat pembelajaran peradaban Islam, khususnya di Sulawesi Selatan,” harap Aunul.
Reporter: NVL, GPL
Redaktur: PUR
Web & IT: Marsha
.jpg)
