Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Tanggapi Kebijakan Penguji Tes Fasih Ma’had IAIN Parepare

May 12, 2026 | 3:40:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-12T07:40:39Z
Dokumentasi Wawancara



Kampus, Red Line News -- Kebijakan pergantian penguji Tes Fasih di Ma’had Al-Jami’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, mahasiswa yang telah mendaftar fasih kedua kalinya akan di masukkan ke daftar merah, menuai beragam tanggapan dari mahasiswa. Aturan terbaru yang tidak lagi memperbolehkan mengganti penguji setelah terdaftar, dinilai perlu disikapi dengan kesiapan mahasiswa, Selasa (12/05).



Staf Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare Rahmawati, menyampaikan bahwa mahasiswa yang telah memperoleh penguji sejak awal akan tetap diuji oleh penguji yang sama hingga lulus sesuai kebijakan ma’had saat ini. “Seiring bergantinya kepala mahad aturan dan kebijakan pasti berbeda, jadi yang sekarang kalau untuk penguji kalau sudah daftar sebelumnya terus sudah dapat penguji nah itu terusmi yang akan uji mahasiswa nanti sampe lulus,” ungkapnya.



Salah satu Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (ES) Najlah, menilai kendala yang sering dialami mahasiswa ialah persoalan kecocokan dengan penguji, meski ketegasan penguji dianggap sebagai bagian dari proses pembelajaran. “Adapun kendala yang paling sering dirasakan ialah terkait kecocokan dengan penguji, karena ada juga penguji yang cukup tegas dalam membimbing. Akan tetapi, hal tersebut pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan mahasiswa agar dapat terus belajar dan memperbaiki,” ucapnya.



Tak hanya itu, Najlah juga berharap sistem yang diterapkan tetap dipertahankan, namun mahasiswa tetap diberi kesempatan mengajukan pergantian penguji pada kondisi tertentu dengan alasan yang jelas. “Kalau harapan saya, sistem yang ada tetap dipertahankan, tetapi jika memungkinkan dapat diberikan sedikit fleksibilitas untuk kondisi tertentu, mungkin dapat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi atau mengajukan pergantian penguji dengan alasan yang jelas,” harapnya.



Mahasiswa Prodi ES Nur Aini, menilai kesiapan mahasiswa menjadi hal utama dalam menghadapi ujian tes fasih. “Kembali dari awal lagi kita mahasiswa harus betul betul punya kesiapan untuk itu dan kalau mauki ganti penguji ya kayak sama ji saja sebenarnya semua penguji, dari kitanya mami yang betul-betul siap ki ga biar siapapun ujiki nantinya,” tuturnya.



Reporter : HFD, PUR

Redaktur : PUR

Web&it : Dayat

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update