Notification

×

Iklan

Iklan

Rencana Pemindahan UMKM FEBI ke Dompet Dhuafa Masih Tuai Sorotan

Sep 14, 2026 | 9:57:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T13:57:11Z


Pihak Penanggung Jawab FEBI



Kampus, Red Line News -- Rencana Pemindahan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare ke area parkiran Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (FAKSHI), tepatnya di dekat Dompet Dhuafa, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Perbedaan tanggapan muncul terkait efektivitas lokasi hingga mekanisme pemindahan UMKM, Senin (14/09).


Kurnia Azzahra salah seorang mahasiswa FEBI, mengatakan bahwa pemindahan UMKM dari pelataran FEBI ke Dompet Dhuafa dinilai lebih strategis, mudah dijangkau mahasiswa, serta memiliki penataan yang lebih teratur karena area kantin terpisah dari gedung perkuliahan. “Saya lebih memilih UMKM dipindahkan ke Dompet Dhuafa karena lokasinya cukup strategis, mudah dijangkau mahasiswa, dan lebih tertata, tempatnya juga terpisah dari gedung kelas sehingga tidak mengganggu pemandangan dan aroma makanan maupun aktivitas mahasiswa saat menuju kelas,” ujarnya.


Arnita salah seorang penjual UMKM, menilai pemindahan UMKM yang dari pelataran ke Dompet Dhuafa kurang baik bagi para penjual menurutnya,  informasi pemindahan disampaikan secara mendadak dan belum disertai kebijakan resmi dari pihak rektorat. “Kalau memang harus dipindahkan, sebaiknya informasinya disampaikan lebih cepat minimal ada rapat internal terlebih dahulu antara pihak pengelola UMKM dengan fakultas, kemudian dikoordinasikan kepada Ibu Rektor melalui jalur yang jelas,” tuturnya.


Misdar Gama selaku pihak penanggung jawab fakultas menyepakati penataan ulang UMKM di pelataran FEBI dengan melibatkan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Sementara rencana pemindahan UMKM ke Dompet Dhuafa masih sebatas wacana karena menjadi kewenangan institut. “Kami sepakat menata ulang UMKM dengan melibatkan setiap HMPS untuk mengirimkan produk yang nantinya  dikelola oleh kaprodi. Konsepnya seperti supermarket dengan satu pintu dan satu kasir. Produk yang dijual berupa makanan kemasan siap jual tanpa proses memasak di lokasi dan untuk para penjual UMKM yang kemarin saya belum bisa pastikan apakah akan benar-benar akan dipindahkan ke dompet dhuafa karena ini kewenangan institut,” tutupnya.




Reporter: APR, SCI, SRN

Redaktur: SRN

Web & IT: Amel

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update