Home » , » Lokasi Tabligh Akbar Tidak Kondusif, Mahasiswa Soroti Kampus

Lokasi Tabligh Akbar Tidak Kondusif, Mahasiswa Soroti Kampus

Posted by LPM REDLINE on 1 Nov 2019

Potret peserta tabligh Akbar yang berada diluar mesjid al-wasilah

Kampus, Red Line News-- Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) Al-Madani telah menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustadz Das'ad Latief yang dilaksanakan di Masjid Al-Wasilah IAIN Parepare. (31/10).

Sebanyak 2645 Mahasiswa serta Masyarakat Umum telah mendaftar melalui form yang disebar melalui media sosial. Namun antusias tersebut ternyata tidak disambut baik oleh pihak kampus untuk bisa menyediakan fasilitas dalam menampung antusias tersebut.

Mardian Saputra selaku Ketua LDM Al-Madani dalam hal ini sebagai pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa kegiatan sebesar ini semestinya digelar di tempat yang lebih luas, "kegiatan Tabligh Akbar seperti ini semestinya harus dilaksanakan ditempat yang lebih besar mengingat bahwa banyaknya peserta yang akan hadir," ungkapnya.

Mardian Saputra juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan audiens beberapa kali dengan pihak birokrasi terkait lokasi kegiatan, "mengenai masalah lokasi, kami beberapa hari ini sudah berusaha untuk melakukan audiensi dengan pihak pimpinan, dalam hal ini Wakil Rektor hingga Rektor, bahkan tadi pagi kami sudah komunikasi tapi usaha kami gagal, jadi dengan segala keterbatasan lokasi kegiatan kami maksimalkan di Al-Wasilah," ungkapnya.

Mengenai alasan penolakan, Mardian menjelaskan bahwa Rektor IAIN Parepare ketika ditemui mengatakan dirinya tidak begitu yakin dengan antusias peserta dan Auditorium hanya digunakan untuk kegiatan institusi, "jadi ketika bertemu tadi dengan Rektor, beliau menyampaikan bahwa alasan terjadinya penolakan yang pertama karena dirinya kurang yakin kalau acara ini akan diikuti oleh banyak peserta. Kedua, Rektor mengungkapkan bahwa auditorium baru hanya diperuntukkan untuk kegiatan Institusi bukan untuk kegiatan Organisasi Kemahasiswaan," ungkap Mardian Saputra.

Untuk diketahui bahwa LDM Al-Madani selaku pihak penyelenggara berencana untuk menggunakan Auditorium yang baru sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, dengan pertimbangan bahwa jumlah peserta yang ingin mengikuti Tabligh Akbar begitu membludak.

Muhammad Fahriwalid selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa masalah utama pada kegiatan kali ini adalah lokasi, "kalau masalah lokasi mungkin kita positif thinking saja, mungkin di Alwasilah kita bisa mendapatkan banyak berkah," ungkapnya.

Iqbal. S sebagai salah seorang peserta yang mengikuti Tabligh Akbar merasa tempat kegiatan yang tidak kondusif untuk jumlah peserta yang sangat banyak, "masih banyak peserta yang ingin masuk mendengarkan Tabligh Akbar dan melihat langsung Ustadz Das'ad tapi kondisi ruangan yang sempit sehingga banyak peserta yang berada di luar. Saya rasa tempat ini atau kenyamanan peserta Tabligh Akbar ini harus diperhatikan karena Ustadz yang datang ini berasal dari Bugis jadi sangat menarik untuk dilihat," ungkapnya.


Lukman yang juga merupakan salah seorang peserta mengaku bahwa kebijakan yang diberikan oleh kampus sangat tidak kondusif, "Saya merasa kebijakan yang diberikan oleh kampus sangat-sangat tidak kondusif karena tidak mempertimbangkan segala aspek, dalam artian pihak kampus tidak mampu melihat mahasiswa yang ingin datang belajar, kemudian sepertinya pihak kampus tidak menghargai Ustadz yang diundang." ungkapnya.

Reporter : NFZ/NFT
Redaktur : UKM

SHARE :
CB Blogger

1 comments:

Rismawan2094 1 November 2019 at 10:06

Saran, kalau bisa ada juga dari pihak kampus kt minta keterangannya, apakah dosen atu staf kampus dan lebih bagusnya lagi kalau rektor sendiri yg beri keterangan...

Post a Comment

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE