Home » » Kecewa Tak Dihadiri Rektor, Polemik UKT di IAIN Parepare Belum Mendapat Kejelasan

Kecewa Tak Dihadiri Rektor, Polemik UKT di IAIN Parepare Belum Mendapat Kejelasan

Posted by LPM REDLINE on 6 Aug 2021

Diskusi Publik tentang Polemik UKT Mahasiswa oleh DEMA-I dan SEMA-I IAIN Parepare
6 Agustus 2021



Kampus, Red Line News-- Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) dan Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) gelar diskusi publik dengan tema "Polemik UKT Mahasiswa IAIN Parepare" yang bertempat di Gedung Balai Seni, (05/08).


Diskusi publik ini pada awalnya akan di hadiri oleh Rektor IAIN Parepare yaitu Ahmad Sultra Rustan, namun dengan alasan memiliki kesibukan lain akhirnya beliau diwakili oleh Sudirman L, selaku Wakil Rektor II. 


Mengawali diskusi, Sudirman L menyampaikan bahwa semua keputusan penetapan tarif UKT itu didasarkan pada keputusan Rektor berdasarkan amanat Keputusan Menteri Agama (KMA).


Selanjutnya beliau juga menjelaskan mengenai alasan problematika banding UKT yang masih membingungkan Mahasiswa. "Sudah ditetapkan oleh Rektor bahwa kesempatan banding UKT itu hanya satu kali buat mahasiswa dari semester 1 sampai selesai," jelasnya. 


Menambahkan argumentasinya beliau menjelaskan mengapa UKT tingkat paling rendah itu di bayarkan sebesar Rp 400.000. "Mengapa mengambil angka Rp 400.000 karena ada target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dimana tahun ini kurang lebih sekitar 20 miliar," tambahnya. 


Menutup diskusi, Wakil Rektor II menegaskan apabila penjelasannya tidak diterima, maka Mahasiswa berhak mengagendakan ulang diskusi bersama Rektor. 


Muhammad Fajar selaku Ketua DEMA-I sedikit merasakan kecewa karena Rektor harus diwakilkan oleh Warek II. "Mengenai hal ini saya sudah konfirmasi mengapa pak Rektor tidak sempat hadir dan dalihnya adalah Rektor punya kesibukan sendiri dan ini merupakan persoalan wilayah tupoksi dari Warek II, dan tentu saya juga ikut kecewa yang harusnya kami bersama bapak Rektor selaku pimpinan kami di IAIN Parepare dan juga pemangku kebijakan," ungkapnya.


"Sebelumnya kami tidak menuntut apapun, kami hanya meminta adanya solusi terkait problematika yang saat ini terjadi, dan disini yang hadir adalah pelaksana kebijakan bukan pemangku kebijakan, dimana solusi yang kami minta itu bagaimana penerapan UKT setiap angkatan itu bisa sesuai dengan KMAnya," lanjutnya. 


Fajar juga menerangkan akan kembali berusaha menghadirkan rektor IAIN Parepare baik dalam bentuk diskusi publik ataupun konsep lainnya. "Tentu akan kami laksanakan lagi, karena ini merupakan bagaimana solusi yang harus kami dapatkan dari pihak kampus, namun tentu kami akan berembuk kembali dengan teman-teman UKK/UKM, SEMA-F, DEMA-F dan juga mahasiswa terkait apa yang seharusnya kita lakukan secara bersama dalam waktu dekat ini. Terkait konsepnya apakah diskusi, ceramah atau pun dialog saya tidak bisa tentukan sebelum berembuk dengan teman-teman tersebut," tutupnya.


Reporter : ASR

Redaktur : IHD

SHARE :
CB Blogger

Post a Comment

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE