![]() |
Dokumentasi Wawancara Bersama Warek III |
Kampus, Red Line News-- Pernyataan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Parepare, Muh Ali Rusdi, yang menyebut tiga program studi (Prodi) tidak memiliki prestasi dalam Forum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025, menuai beragam tanggapan, Sabtu (30/8).
Tiga prodi yang dimaksud ialah Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Jurnalistik Islam (JI), dan Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA).
Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) Nur Alisha Pratiwi, menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan tersebut yang diumumkan di hadapan ribuan mahasiswa baru. “Kami, mahasiswa dari prodi yang disebutkan, merasa kecewa. Momen PBAK seharusnya digunakan untuk membangun semangat akademik, bukan menjatuhkan. Kami mengerti maksudnya mungkin untuk mendorong mahasiswa lebih semangat, tapi cara penyampaiannya kurang bijak,” ungkapnya.
Ketua DEMA I IAIN Parepare Hafiz, menilai pernyataan tersebut seharusnya tidak disampaikan langsung di forum besar yang melibatkan mahasiswa baru. “Kalau dari sisi positif, hal itu bisa jadi evaluasi bagi prodi. Tetapi, dari sisi kelembagaan, kami menilai sebaiknya Pak Warek III tidak menyampaikan hal itu di depan mahasiswa baru karena menyangkut citra kampus. Harapan kami, ada klarifikasi resmi, misalnya berupa video permohonan maaf agar tidak menimbulkan salah paham,” tuturnya.
Dalam penjelasannya Ali Rusdi menegaskan bahwa pernyataannya tersebut merujuk pada data Sistem Student Achievement Award (SAA), yakni tautan pengumpulan prestasi mahasiswa yang rutin dibuka setiap tahun. Menurutnya, ketiadaan data prestasi bukan berarti mahasiswa di prodi terkait tidak berprestasi, melainkan karena capaian mereka belum diinput ke dalam sistem. “Sejak 2024 kami sudah rutin membuka pengisian data prestasi melalui link yang dibagikan di berbagai grup resmi kampus, baik kaprodi, pimpinan, maupun organisasi mahasiswa. Jadi sebenarnya bukan tidak ada prestasi, hanya belum dilaporkan. Tidak ada maksud merendahkan prodi tertentu, justru niatnya memotivasi mahasiswa baru. Namun, jika penyampaiannya menyinggung, saya mohon maaf,” jelasnya.
Ali Rusdi juga menyebut bahwa setelah pengumuman itu, jumlah data prestasi mahasiswa yang masuk justru meningkat. Dalam kurun empat hari, catatan prestasi di sistem SAA bertambah dari 384 menjadi 415. “Buktinya setelah diumumkan, data yang masuk semakin banyak. Ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk memperbaiki pencatatan prestasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pencatatan prestasi mahasiswa karena berkaitan dengan kebutuhan kampus, mulai dari laporan SAKIP, LAKIP, renstra, manajemen talenta PTKIN, akreditasi, hingga proposal pengembangan. “Kalau data ini rapi dan transparan, akan sangat membantu kampus dalam banyak hal. Tapi yang paling penting, ini bisa jadi etalase capaian mahasiswa kita,” pungkasnya.
Reporter : DLA
Redaktur: FRL
Web & IT: Fauzan