![]() |
| pamflet ucapan selamat & sukses |
Kampus, Red Line News -- Salah seorang dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare berhasil meraih prestasi gelar Doktor. Ujian promosi Doktor dengan mengangkat judul disertasi "Kompromi Pemahaman Hadis-hadis Tentang Musik Melalui Teori Mqtadal Al-Hal", yang berlangsung di Lantai delapan Gedung Pascasarjana Baru Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Senin (26/01).
Muhammad Ismail selaku dosen yang baru saja meraih gelar doktor, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang telah diperoleh. “Tentu senang, gembira tapi dalam hal ini senang dalam konteks lebih bersyukur daripada sekedar rasa bangga tentunya. Dan karena ini merupakan lebih kepada rasa syukur maka ini menjadi penanda bahwa kewajiban keilmuan dalam diri saya tentu akan semakin besar dari pada sebelumnya,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan motivasi dari judul disertasi yang ia angkat. “Motivasi saya itu secara pribadi tidak hanya bersifat akademik tapi juga sosial, contoh diruang publik saat ini bahkan dari beberapa tahun terakhir atau akhir-akhir inilah khususnya dimedia digital. Kita sering melihat perdebatan tentang musik antara haram dan halal bahkan perdebatan itu sering kali memicu polarisasi dan saling delegimitasi terkait pembolehan dan keharaman tadi. Hadis yang seharusnya mungkin menjadi sumber petunjuk kadang dalam hal ini justru kadang diposisikan sebagai alat saja untuk pembenaran pendapat masing-masing,” ungkap Ismail.
Sementara itu, salah seorang mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Zahra Aulia Ilham, menyampaikan bahwa judul disertasi yang diangkat sangat menarik karena dapat menghadirkan pemahaman hadis tentang musik. “Menurut saya, judul disertasi ini sangat menarik karena berusaha menghadirkan titik temu dalam memahami hadis-hadis tentang musik. Dari pendekatan teori Muqtada al-Hal, bisa dilihat bahwa Islam juga mengajarkan kebijaksanaan dalam membaca konteks, sehingga ajaran agama tetap relevan tanpa kehilangan adab keilmuan," ujarnya.
Ia juga berharap dengan program doktor ini semoga melahirkan kajian-kajian yang tidak hanya secara akedemik tetapi juga dapat menjawab persoalan secara bijaksana. “Semoga program doktor ini kedepannya terus melahirkan kajian-kajian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan secara bijaksana, juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mencintai tradisi keilmuan Islam yang kritis, terbuka, namun tetap berlandaskan adab dan akhlak,” harap Zahra.
Reporter: NBP, NAI
Redaktur: NBP
Web&It: Dayat
.jpg)
