Notification

×

Iklan

Iklan

Komunitas Lapak Baca Gelar Nobar Pesta Babi, Angkat Realitas Masyarakat Papua

May 13, 2026 | 4:45:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-13T08:45:28Z


Dokumentasi Proses Wawancara



Kampus, Red Line News -- Komunitas Lapak Baca Diskusi Buku Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, menggelar nonton bareng film dokumenter Pesta Babi sebagai ruang diskusi, isu kemanusiaan dan sosial masyarakat Papua. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum yang berlangsung di Gedung Balai Seni IAIN Parepare, Selasa (12/06)


Muh. Taufiq Syam, selaku pembedah film Pesta Babi menjelaskan isu ini penting dibahas dilingkup kampus agar mahasiswa dapat melatih cara berfikir. "Isu-isu nasional menjadi pembahasan hangat di kampus karena kampus memiliki ruang akademik yang bebas untuk melahirkan solusi ilmiah dan konstruktif. Film ini penting ditonton mahasiswa agar dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan analisis akademik," jelasnya.


Senada dengan itu, ia menekankan bahwa mahasiswa perlu lebih aktif dalam berdiskusi untuk membangun solidaritas. "Mahasiswa perlu lebih aktif berdiskusi dan membangun solidaritas terhadap isu masyarakat adat seperti Papua, karena persoalan tersebut merupakan isu kemanusiaan yang perlu disuarakan bersama," tambah Taufiq.


Afidatul Asmar juga salah satu pembedah film menjelaskan bahwa film dokumenter tersebut membantu penonton memahami kondisi masyarakat di Papua serta mendorong masyarakat untuk mencari solusi yang nyata. "Dokumenter ini membantu memahami kondisi masyarakat Papua dan mendorong masyarakat mencari solusi nyata. Masyarakat Papua juga berhak memperoleh pendidikan, kesejahteraan, dan kehidupan layak seperti masyarakat lainnya," ujarnya.


Askin salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah (ES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyampaikan pesan dan kesanya selama nonton film. "Pesta Babi bukan hanya film tentang sebuah upacara adat, melainkan jendela untuk melihat martabat dan keteguhan hati manusia Papua. Film ini memberikan kesan haru sekaligus reflektif bagi siapa saja yang ingin memahami Papua lebih dari sekadar berita di televisi," tutupnya.


Reporter : SYD, RLA

Redaktur : SRN

Web & IT : Dayat

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update