![]() |
| Kampus IAIN Parepare |
Kampus, Red line News-- Sejumlah Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) lebih awal dan melanggar time line yang telah di sepakati, kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa (LKPKM) dan Penyambutan Mahasiswa Baru di Setiap Fakultas berjalan, yang sudah dilanggar berulang tiap tahun, Selasa (28/09).
Persoalan tersebut mencuat pada beberapa HMPS di lingkungan IAIN Parepare, di antaranya HMPS Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan HMPS Manajemen Keuangan Syariah (MKS). Hingga berita ini diterbitkan, pihak HMPS BSA dan MKS belum memberikan tanggapan.
Ketua Umum Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah (MD) Ruslang, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan bukan merupakan kegiatan MAPABA, melainkan kegiatan yang berfokus pada Diskusi Ilmiah dan Menjalin Silaturahmi (DIMENSI CAMP) di lingkungan Prodi MD. “DIMENSI CAMP ini bukan MAPABA, tetapi merupakan kegiatan yang sebelumnya sudah dicetuskan oleh Dr. Muh. Taufik Syan, M.Sos., selaku mantan Kaprodi MD, untuk dijadikan sebagai program kerja prodi, dalam pelaksanaannya, ketua panitia juga berasal dari unsur dosen,” ungkapnya.
Ketua Umum Senat Mahasiswa Institut IAIN Parepare (SEMA-I) Hendra, menilai pelanggaran timeline kaderisasi masih menjadi persoalan berulang setiap tahun. “Saya pribadi merasa kecewa karena sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi dan membahas time line kaderisasi seluruh organisasi kemahasiswaan IAIN Parepare namun, masih ada beberapa HMPS yang melaksanakan MAPABA tidak sesuai dengan time line yang telah disepakati, dan ini memang menjadi masalah setiap tahunnya, tahun ini diupayakan ada solusi untuk tahun ke depannya agar tidak terulang lagi pelanggaran seperti ini,” ujarnya.
Wakil Rektor lll Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Kaharuddin, menyebutkan bahwa pelanggaran terjadi karena adanya kendala teknis, sehingga perlu dicarikan solusi agar praktik curi start tidak kembali terjadi. “Kalau bahasanya mereka melanggar pada dasarnya bukan karena mereka tidak mematuhi kesepakatan mereka. Tetapi ada hal yang sifatnya teknis tidak bisa dihindari, seperti sudah terlanjur sewa tempat dan mengeluarkan anggaran, inilah yang harus dicarikan solusi ke depanya untuk tidak lagi terjadi adanya curi star,” sebutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah pelantikan ormawa tahun depan akan segera dilakukan rapat koordinasi untuk membahas dan mencari solusi bersama. “Solusinya setelah pelantikan ormawa tahun depan, segera rapat koordinasi dengan semua pihak. Mudah-mudahan dengan ini lebih awal kita komunikasikan supaya secepatnya dicarikan solusi,” tambah kaharuddin.
Reporter: APR, PUR
Redaktur: APR
Web & IT: Amel
.jpg)
