![]() |
| Dokumentasi Kegiatan Malam Apresiasi dan Seni Pertunjukan Sastra |
Kampus, Red Line News -- Akademi Imajinasi Sampan menggelar kegiatan "Malam Apresiasi dan Seni Pertunjukan Sastra" sebagai puncak sekaligus penutupan rangkaian kegiatan "Gelanggang Buku", yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Umum Panrita Kota Parepare, Senin (28/09).
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini berlangsung sejak tanggal 5 hingga 27 September setiap akhir pekan. Malam puncak acara menyajikan beragam pertunjukan seni dan sastra, mulai dari pembacaan puisi yang diisi oleh Fadjriani, Ilo, Ibrah La Iman, Dirja, Asti, dan Syair Muharram, hingga pembacaan cerpen oleh Rasmida.
Ronald Edi selaku Ketua Panitia, menyampaikan tantangan serta kesan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. "Berbicara evaluasi sebenarnya lebih ke perhatian masyarakat karena kegiatan literasi butuh effort lebih di tengah gempuran media sosial. Namun hal yang paling berkesan adalah kami berhasil menyajikan kemasan event yang berbeda, membuktikan bahwa kegiatan literasi yang diberi sentuhan seni dan kreativitas itu sangat menarik," tuturnya.
Ilham Mustamin selaku Direktur Yayasan Akademi Imajinasi Sampan, melaporkan capaian serta keluaran dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut. "Kegiatan ini telah terlaksana sejak tanggal 5 September sampai dengan 27 September dan dilaksanakan setiap akhir pekan. Dari lokakarya penulisan, kami berhasil menghasilkan tiga buah buku, yaitu kumpulan puisi Aku Menari di atas Bara Api Bak Kesetanan, kumpulan cerpen Kulit yang Dipinjam dan Cerita-Cerita Lainnya, serta kumpulan esai Percakapan yang Kita Abaikan. Selain itu, melalui diskusi kelompok terfokus, kami memetakan empat tantangan utama literasi di Parepare citra perpustakaan, gerakan komunitas, surutnya minat intelektual pelajar atau mahasiswa, serta keterbatasan akses ruang publik," ujarnya.
Ahmad selaku Kepala Dinas Perpustakaan Kota Parepare yang hadir mewakili Wali Kota Parepare, menilai kegiatan tersebut penting untuk membuka wawasan sastra sekaligus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, terutama bagi generasi muda. "Bagi saya, kegiatan seperti ini memiliki arti penting. Buku membuka cakrawala sastra, menghidupkan rasa dan karya, memberi jejak bagi sebuah zaman. Oleh karena itu, ruang-ruang lingkup dan kreativitas harus terus kita hadirkan, terutama bagi generasi muda. Kita ingin Parepare tidak hanya dikenal sebagai kota yang memiliki tradisi membaca dan belajar, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan gagasan, karya, dan manusia-manusia kreatif," ungkapnya.
Senada dengan itu, Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Parepare mendukung upaya penguatan literasi, seni, dan kebudayaan serta mendorong agar literasi menjadi kebiasaan dan gerakan yang dapat diwariskan. "Pemerintah Kota Parepare tentu menyambut baik dan mendukung setiap ikhtiar yang memperkuat ekosistem literasi, seni, dan kebudayaan. Mari kita jadikan literasi bukan sekadar kegiatan, tetapi kebiasaan; bukan sekadar acara, tetapi gerakan; dan bukan sekadar karya, tetapi warisan," tambah Ahmad.
Reporter: NYL, ARM
Redaktur: SRN
Web & IT: Marsha
.jpg)
