Home » » Peribadahan Terganggu Akibat Musola Multi Fungsi

Peribadahan Terganggu Akibat Musola Multi Fungsi

Posted by LPM REDLINE on 16 Nov 2017


Kampus, Red Line News-- Mahasiswa jurusan Tarbiyah dan Adab merasa tidak nyaman dengan adanya UKM yang disatukan dengan Musola di lantai 2 Gedung T, (16/11).

Sutajriani salah seorang Mahasiswa jurusan Tarbiyah, mengungkapkan bahwa dengan penggabungan tempat shalat dan ruang istirahat membuat peribahan tidak nyaman. 

“Jika Musola digabung dengan tempat peristirahatan, menurut saya tidak terlalu bagus karena menurut saya Mushola itu adalah tempat untuk shalat bukan untuk beristirahat. Musola dan UKM/tempat mahasiswa menunggu jam masuknya baiknya dipisah agar kebersihannya terjaga,” keluhnya.

Ismail selaku dosen mengatakan bahwa harus ada pemisah antara kaum hawa dan adam. “Mestinya ada sekat antara laki-laki dan perempuan, intinya jangan digabung. Tapi untuk fungsinya tempat peristirahatan dan ibadah tidak masalah. Yang menjadi masalah apabila tak ada sekat bagi laki-laki dan perempuan” Terangnya. 

Kasubbag AUAKA  menjelaskan bahwa tempat shalat 100% tidak digunakan shalat. 

“Jika ingin direalisasikan kita harus meminta klarifikasi dari Ketua Jurusan Tarbiyah karena sebenarnya musholla tersebut adalah kelas yang dijadikan Musholla. Jadi ruangan itu tidak bisa ditotalkan menjadi musola yang sebenarnya,” ujar Misbahuddin.

Misba menambahkan akan membangun tempat beribadah dan ruang mengajar yang baru.

“Jika nantinya akan ada dana, kami berencana untuk menambah kelas di Tarbiyah dan membangun musola baru yang kecil untuk mahasiswa yang ingin melaksanakan shalat” tambahnya.

Reporter : Msm/Rni
Editor: Yli

SHARE :
CB Blogger

Post a Comment

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE