Home » » Setelah Tertunda Akibat Pandemi, Wisuda IAIN Parepare Akhirnya Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Setelah Tertunda Akibat Pandemi, Wisuda IAIN Parepare Akhirnya Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Posted by LPM REDLINE on 11 Aug 2020

Wisuda Program Strata Satu (S1) dan Pasca Sarjana (S2) IAIN Parepare 2020
11 Agustus 2020




Kampus, Red Line News-- Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda program Strata Satu (S1) dan Pasca Sarjana (S2) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang dilaksanakan dengan sistem virtual dan non virtual bertempat di Auditorium IAIN Parepare dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, (11/08).


Sebanyak 900 wisudawan dan wisudawati akan mengikuti prosesi yang dilaksanakan selama dua hari serta dibagi menjadi empat sesi, dalam setiap sesi sebanyak 200 wisudawan dan wisudawati yang mengikuti.


Ahmad Sultra Rustan menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda tahun ini sangat berbeda dengan wisuda tahun-tahun sebelumnya. "Wisuda tahun ini dilaksanakan di masa pandemi Covid -19 dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal). Kita akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan terkendali," paparnya.


Nahrul Hayat selaku Sekretaris Panitia Wisuda IAIN Parepare Tahun 2020 menjelaskan rencananya jadwal wisuda akan disesuiakan dengan kalender akademik yaitu bulan April dan Juni lalu, namun terjadi penundaan sebanyak dua kali hingga Agustus ini karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan dengan mengundang banyak orang.


Dengan merujuk regulasi yang dikeluarkan pemerintah khususnya protokol kesehatan, akhirnya pimpinan mengambil langkah melaksanakan wisuda sebelum memasuki tahun akademik baru 2020-2021. Panitia mengaku sudah siap melaksanakan wisuda dengan protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah.


Nahrul Hayat selaku Sekretaris panitia juga menjelaskan bahwa  jumlah wisudawan mencapai 900 orang maka panitia membagi pelaksanaan wisuda menjadi 4 sesi dalam 2 hari, dengan 2 metode yaitu secara Luring dan Daring. Sehingga pengaturan seperti ini harus dengan persiapan yang baik untuk mencegah penularan Covid-19. "Sementara kapasitas gedung Auditorium yang digunakan mencapai 2.500 orang. Artinya hanya 10% dari daya tampung gedung yang dipergunakan. Batasan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah melalui protokol kesehatan, yaitu 40%", paparnya.


"Protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tes suhu badan dan sterilisasi lokasi dilakukan sangat ketat oleh panitia. Para wisudawan harus mematuhi peraturan tersebut sebelum dan pada saat berada dalam gedung. Hanya wisudawan dan pimpinan yang diperbolehkan memasuki ruangan. Selain itu, termasuk orangtua atau keluarga wisudawan tidak diperkenankan mendekati gedung Auditorium. Tidak ada undangan yang mendampingi wisudawan di dalam gedung," tegas Nahrul Hayat.


ia mengatakan pelaksanaan wisuda di sesi 1 tidak terdapat masalah yang signifikan. Dan salah seorang peserta face shilednya rusak ditengah perjalanan akan tetapi ada yang disediakan oleh panitia untuk digunakan sementara.


Reporter : AS/NA

Redaktur : UKM

SHARE :
CB Blogger

Post a Comment

 
Copyright © 2015 LPM REDLINE. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating LPM RED LINE